Pages

Wednesday, December 8, 2010

Ketenangan Jiwa


Ketenangan jiwa adalah sesuatu yang disimpan oleh Allah untuk diberikan kepada orang-orang pilihanNya. Ramai orang yang Allah berikan kepintaran, kesihatan, harta yang banyak serta pangkat dan kemasyhuran. Tetapi ketenangan jiwa hanya dikurniakan Allah dengan ukuran yang terbatas.

Perjalanan hidup ini telah memberikan pelajaran kepada kita bahawa, orang-orang yang selalu dilamun keluh kesah, kesempitan fikiran dan kegoncangan batin, merasa sepi dan jiwa kosong adalah mereka-mereka yang tidak memperoleh nikmat Iman dan keyakinan.

Ketenangan jiwa itu adalah hembusan dari langit, diturunkan ke dalam hati orang-orang yang beriman dari penduduk bumi, supaya mereka berhati teguh di kala orang lain mengalami kegoncangan, mereka yakin ketika orang lain dalam keraguan, mereka sabar ketika orang lain berkeluh kesah dan mereka berdada lapang ketika orang lain kebingungan.

Ketenangan seperti inilah yang memenuhi jiwa Rasulullah saw. ketika berhijrah bersama Abu Bakar. Tidak ada perasaan cemas dan dukacita, tiada rasa takut dan gentar, tiada rasa ragu-ragu dan keluh kesah.

Firman Allah yang bermaksud: “Sesungguhnya Allah telah menolongnya (Muhammad), ketika orang-orang kafir mengusirnya, hanya berdua saja, ketika keduanya di dalam gua, di kala itu dia berkata kepada kawannya: “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita,” (At Taubah 40).

Tidakkah kita semua mengharapkan agar jiwa kita menjadi tenang?. Orang yang ingin mendapatkan ketenangan akan berusaha ke arah jalan itu. Apabila Allah ingin memberikan ketenangan kepada seseorang , Allah akan membuka jalan agar orang itu mencapai ketenangan. Benarlah firman Allah yang bermaksud, “ Barang siapa yang bersungguh-sungguh pada jalan Kami, nescaya kami akan tunjukkan jalan Kami.”

Itulah dia jalan ketenangan yang ramai orang berlumba-lumba ke arahnya.

Rujukan: Al Iman wal Hayah

No comments:

Post a Comment